Eks GAM Aceh Timur Tuntut Janji “Angin Surga” Dalam MoU Helsinki Kepada Pemerintah Aceh
PeusanganNews, Idi - Konflik di Aceh telah lama berakhir, penandatanganan MoU RI-GAM telah membuahkan sebuah solusi yakni Perdamaian.
Dalam hal ini pemerintah Indonesia menyepakati beberapa tuntutan GAM diantaranya yakni dukungan pemerintah indonesia dalam segi pemberdayaan ekonomi bagi para Mantan TNA maupun Tapol,/Napol GAM.
Hal tersebut tertuang dalam isi MoU,dimana pemerintah indonesia berjanji akan mendukung pelaksanaan Reintegrasi mantan TNA dan Tapol- napol GAM ke tengah masyarakat dengan berbagai dukungan dukungan dana bantuan usaha dan penyediaan rumah, lahan pertanian maupun pembukaan peluang pekerjaan.
Namun janji dalam MoU tersebut di nilai oleh para mantan combatan dan tapol-napol GAM hanyalah sebuah angin surga pemerintah dan jika janji tersebut memang ada direalisasi hanya sebatas para pimpinan GAM.
Seperti di ungkapkan oleh Musliadi alias krengkeng mantan combatan GAM Wilayah Peudawa Idi, Dirinya merasa kecewa terhadap realisasi isi MoU Helsinki yang juga janji pemerintah RI akan memberi lapangan kerja untuk para mantan TNA juga Tapol GAM.
Namun hingga telah 10 tahun perdamaian di Aceh berlalu dirinya dan rekan-rekan eks TNA lainnya tidak memiliki pekerjaan apapun meski telah beberapa kali berupaya meminta pekerjaan pada pimpinan pemerintahan aceh yang saat ini dipimpin oleh para pimpinan GAM yang juga juru runding dalam Penandatangan MoU Helsinki.
Menurut musliadi yang juga mantan napol GAM yang ditahan atas kasus Bom Plaza Medan Mall di sumut, kehidupan dirinya bersama rekan-rekannya tidak berbeda jauh ketika konflik,namun sayangnya hanya sebahagian kecil mantan combatan yang hidup berkecukupan pasca perdamaian.
“ Usia perdamaian sudah 10 tahun tapi kami mantan TNA,jangankan mau diberi rumah ataupun lahan pertanian, peluang lapangan pekerjaan pun tidak diberikan oleh pemerintah,apa arti perdamaian jika toh semua janji pemerintah tidak pernah di realisasi Cuma “Angin Surga”, ujar musliadi kepada Reporter Senin (17/11).
Ketika ditanya mengenai munculnya kelompok eks combatan TNA bersenjata seperti Din minimi yang berlatar belakang menuntut keadilan dalam perdamaian kepada Pemerintahan Aceh yang juga pimpinan GAM.
Musliadi menyatakan dirinya sangat setuju dengan aksi yang dilakukan oleh kelompok tersebut yang juga adalah mantan TNA GAM ketika Aceh masih konflik.
“Meunyoe Pemerintahan Aceh ato pimpinan GAM hana geupakoe mantan teuntra dilapangan maka akan le timoh kelompok laen lom yang beut senjata lake keadilan dalam perdamaian di Aceh”.
(Kalau Pemerintahan Aceh atau Pimpinan GAM tidak memperhatikan nasib mantan Teuntara GAM dilapangan maka akan banyak tumbuh kelompok lain lagi yang angkat senjata tuntut keadilan dalam perdamaian di Aceh), ungkap Musliadi yang telah memiliki 3 orang anak.[statusaceh.com]
