Ini Tiga Penyakit yang Sedang Mengancam Aceh Utara
![]() |
PeusanganNews - ACEH UTARA, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan Aceh Utara terus berupaya menangani tiga macam penyakit yang sedang menonjol dan mengancam. Yakni kematian ibu dan anak, gizi buruk serta penyakit menular yaitu HIV/AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Machrozal sebagaimana dilansir Waspada Online, Jum’at 13 November 2015 mengatakan, untuk penanganan terhadap tiga penyakit itu dilakukan dengan cara memberikan pelatihan maupun sosialisasi kepada petugas kesehatan itu sendiri serta masyarakat, termasuk bidan desa.
Pihaknya juga melakukan berbagai evaluasi. Misalnya, ditemukan kematian ibu bayi di suatu desa atau kecamatan, maka Dinas Kesehatan setempat akan melakukan Audit Maternal Prinata dengan menghadirkan pakar spesialis kebidanan dan anak.
“Di situ nanti kita bahas apa permasalahannya sehingga terjadi kematian terhadap ibu bayi maupun si bayi itu sendiri, ini agar tidak terjadi lagi hal yang sama di masa yang akan datang,” kata dr. Machrozal.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk penyakit lainnya seperti penyakit menular khususnya HIV/AIDS bahwa masyarakat tidak perlu takut pada orangnya, namun yang perlu ditakuti sebenarnya adalah virusnya.
“Tidak perlu ditakuti orangnya, namun virusnya. Hal ini terus kita jelaskan dalam sosialisasi yang sering kita gelar di sejumlah titik agar masyarakat paham. Penanganan juga kita lakukan dengan dana yang ada dari APBK,” jelasnya.
Amanat Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) yang dibacakan Wakil Bupati Aceh Utara, Drs. Muhammad Jamil MKes kemarin di Hari Kesehatan Nasional ke 51 menerangkan, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas Pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan.
Maka prioritas pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 melalui program Indonesia sehat dengan tiga pilar, yang salah satunya adalah penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan pendekatan Continum Of Care, intervensi resiko kesehatan.
Upaya tersebut difokuskan pada empat program prioritas, yaitu percepatan penurunan kematian ibu dan bayi, perbaikan gizi khususnya stunting. Di samping itu juga memperhatikan penurunan prevalensi penyakit akibat infeksi dan pencegahan penyakit tidak menular melalui perubahan perilaku keluarga dan masyarakat.[lintasnasional.com]
