TAHAHIR, DUA TUMOR GANAS BERSARANG DI TUBUHNYA
PeusanganNews - Kembali kabar duka merundung kita. Kali ini datangnya dari pak M. Tahahir A. Gani, warga Kulu kec Kuta Blang, Bireuen, Aceh. Beliau lahir 50 tahun silam.
Awalnya seolah saya berkomunikasi dengan angin, betapa tidak pita suaranya telah putus dua tahun lalu. Yaaa... beliau telah melakukan operasi pada kerongkongan nya, dan saya hanya tau apa yang dibicarakan dari gerak bibirnya saja. Suaranya hilang. Kini beliau bernafas melalui saluran pipa yang menghubungkan ke kerongkongan, hidungnya tak lagi berfungsi. Sehingga beliau kini bernafas melalui pipa tersebut. Bahkan ingusnya pun keluar melalui pipa. Ketika saya berhadapan dengan beliau di jarak 60 cm akan terasa ada angin yang keluar dari sana, sungguh satu kenikmatan hidupnya telah dicabut oleh Tuhan.
Pertemuan kami penuh haru. Awalnya saya kesulitan dalam berkomunikasi, namun sesekali beliau menuliskan di kertas yang saya siapkan, meski mengalami kesulitan dalam menulis. Tapi beliau tetap terus berusaha mencoba membuat saya faham apa yang dimaksudkannya.
Disela-sela perbincangan beliau mengelap bagian tumornya yang kian membesar. Hanya ada handuk kecil putih sedikit basah melingkar di leher, selain agar orang tidak melihat jijik padanya juga menutupi organ tubuhnya yang telah berlubang yang sesekali mengeluarkan lendir.
Naas, setelah melakukan operasi pada tahun 2014 lau, lima bulan kemudian tumor kembali menyarang di lehernya. Bahkan semenjak 15 hari lalu, kerongkongannya yang kini bocor mengeluarkan darah saat batuk. Kondisinya semakin memburuk.
Februari 2016 beliau ke Medan berniat untuk mengangkat tumor keduanya itu, namun tenaga medis “angkat tangan” dikarenakan di posisi yang sama operasi telah dilakukan dan tidak bisa dilakukan dua kali.
Sebelumnya saat operasi di Banda Aceh tenaga medis disana pun menyarankan agar beliau ke Medan untuk melakukan sinar, sehingga akar dari tumornya tidak ada lagi. Namun apa boleh dikata, rupiah telah menganjal beliau untuk berobat. Dan akhirnya sampai saat ini hanya melakukan pengobatan tradisional di kampung, meski sakitnya tak tertahan beliau hanya mampu berdiam diri.
Karena selama pengobatan dimulai dari 2014, biaya perjalanan murni ditanggung oleh pribadi mereka sendiri. Memang ada biaya perjalanan yang ditanggung BPJS, namun sifatnya reimburse. Dengan memberikan tiket Pulang Pergi (PP) dan surat rujukan. Sedangkan untuk biaya awal harus dirogoh dari kantong sendiri. Padahal biaya yang sudah dikeluarkan selama ini PP dari B. Aceh – Medan dan Medan – B. Aceh sudah menghabiskan uang 760 ribu, belum ada pergantian transport dari pihak BPJS. Karena keluarga pak Tahahir tidak ada biaya lagi untuk ke Banda Aceh.
Mengingat bantuan pemerintah setempat, Bupati Bireuen Ruslan pernah membantu beliau, namun hanya 2 juta itu pun tahun 2015. Diberikan saat pak Tahahir menulis di kertas kecil dan menjumpai langsung bupati, saat dirinya benar-benar sangat membutuhkan dana untuk pengobatannya.
Miris sebelum berangkat ke Medan sebulan yang lalu, beliau pernah membawa proposal ke Baitul Mal dan harus memiliki rekom dari bupati. Namun sesampainya di kantor bupati, petugas langsung menolak proposal tersebut dan tidak diberikan rekom apapun tanpa alasan. Dan pak Tahahir memilih pulang dengan tangan hampa.
Pak Tahahir berniat ingin berangkat ke Penang untuk memeriksa kondisi tumornya. Jika pun tenaga medis disana menyatakan tidak bisa dioperasi, setidaknya dirinya mengetahui kondisi fisiknya saat ini, atau mencari obat agar nyeri di tumornya bisa sedikit tertahankan. Meski sesaat saja.
Untuk ke Penang, diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 10 juta, guna cek kondisi awal. Dan kami sangat mengharapkan bantuan dana dari saudara-saudara agar beliau bisa berangkat ke Penang, Malaysia. Sesuai harapan beliau yang dicoba sampaikan kepada kami.
Kini tubuhnya yang digerogoti tumor ganas tanpa daya dan upaya, hanya mengharapkan uluran tangan dari kita semua. Inginkah kita membantu beliau, ataukan kemewahan sudah cukup menutup mata hati kita untuk peduli. Entahlah!
Jika memang memang saudara –saudara masih peduli, ayuk kita sisihkan sedikit bantuan untuk pak Tahahir. Sungguh hanya Allah Yang Maha Mengetahui cara untuk membalas kebaikan saudara semuanya.
Bantuan bisa dikirimkan ke no rek 3798 – 01 – 0200088 – 53 – 5 an Murni- BRI
Jika ada yang ingin menanyakan lebih lanjut atau ingin datang langsung bersilaturrahmi dengan beliau, insyaAllah saya siap mendampingi. Bisa contact saya di 0852 1660 9531 (Murni).[FB]
